Cerpen Kompas: Sepatu

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 10:59 AM, 30-Apr-12

Cerpen Kompas Hujan pertama akhirnya jatuh juga. Selepas musim kemarau yang terlampau panjang, hujan pertama selalu disambut di kampung kami dengan pesta. Wa Sunta terlihat melintas di jalan desa menggiring dua ekor kerbau kurusnya. Ketiganya berjalan gontai, tak terlihat tergesa, dipeluk petir dan hujan. Gambar mereka melamat ketika menjauh. Hujan dan petir dengan akrab mengantar mereka hingga lenyap diterkam belokan. Sejak masih... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: Cinta Elena & Pedro

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 04:52 PM, 29-Apr-12

Cerpen Kompas Wanita tua itu duduk sendirian di kursi pedestrian Las Ramblas. Semilir angin menggeraikan rambutnya yang keemasan. Sesekali ia mengangguk atau melemparkan sesungging senyum kepada orang-orang yang lalu lalang di depannya dan kebetulan menoleh ke arahnya. Sudah hampir pukul sembilan malam rupanya. Sinar matahari masih terlihat jelas di ufuk barat sana. Pengamen-pengamen asal Puerto Riko asyik menyanyikan lagu-lagu tradisional... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: Warna Ungu

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 04:50 PM, 29-Apr-12

Cerpen Kompas Siang yang paling berkeringat. Semua keluarga besar Hendrawan tertidur. Semalam, sampai larut malam, mereka menemani calon pengantin untuk melewati malam widhodharenan. Nanti tepat pukul 14.30 WIB, pengantin akan melaksanakan ijab kabulnya. Setelah itu mereka akan pergi ke tempat resepsi di sebuah gedung dengan dominasi warna ungu. (Tempat resepsi pernikahan yang paling bergengsi di Kota Malang). Mereka akan memakai... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: RT 03 RW 22, Jalan Belimbing atau Jalan “Asmaradana”

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 04:48 PM, 29-Apr-12

Cerpen Kompas Ada tragic sense of life, ada comic sense of life. Mereka yang menganggap hidup sebagai tragedi, memandang dunia serba suram, diwakili oleh teman saya Nurhasan. Dia yang tinggi akan melonjok sedikit dan mencapai langit-langit kamar tamu rumah bertingkat yang kami banggakan, “Lha betul to, Perumnas itu ya begini. Tinggi setidaknya empat meter supaya ruangan sejuk.” Mengenai genteng dikatakannya,... [Baca selengkapnya]