Cerpen Kompas: “Requiem”

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 01:01 PM, 08-Jun-12

Cerpen Kompas Sebelum mati, aku masih ingat tubuhku melenting: kakiku berkelejotan mencari tumpuan, sedangkan kepalaku menjadi tumpuan di ujung lainnya. Lalu seluruh tubuhku meregang, seolah menolak kehendak malaikat maut yang membetot nyawaku. Waktu itu, samar masih kudengar tik-tak jam di dinding kamar. Suaranya seperti sebuah requiem. Kemudian secara perlahan-lahan aku melihat kaki, tangan, kepala, dan seluruh tubuhku melayang… Ketika berhasil berdiri, istriku... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: Radio Transistor

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 12:59 PM, 08-Jun-12

Cerpen Kompas Hujan sore tadi masih menyisakan genangan di jalan becek yang memotong kampung di pinggiran sungai pada kaki bukit. Selain perahu penyeberangan yang ditarik tambang antara kedua sisi sungai, tak ada penduduk yang berani menyeberang dengan perahu kecil lainnya terutama pada musim seperti saat ini. Hari ini bulan ketujuh sejak Hamid hilang tertelan arus sungai yang membelah kampung itu. Sejak... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: Pao An Tui *1

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 12:56 PM, 08-Jun-12

Cerpen Kompas Keng Hong terkulai lemah di depan jasad anaknya. Tubuh dan pikirannya sangat letih setelah melakukan perjalanan jauh selama dua hari dua malam. Dari balik kain penutup jasad, dilihatnya darah masih merembes membasahi bawah dipan. Ada tujuh tusukan yang bersarang di tubuh anaknya. Remaja tanggung itu telah meninggal sejak semalam. Istrinya, Ling-Ling, sedari semalam terus menangisi jasad anaknya yang... [Baca selengkapnya]

Cerpen Kompas: Lukisan Bergetar

Di posting oleh Cerpen Kompas pada 08:09 AM, 08-Jun-12

Cerpen Kompas Jangan bertanya padaku si anak durhaka mengenai Ibu, perempun yang disapa dengan sepenuh keagungan jiwa, pemujaan, permohonan doa dan restu. Aku tak mau mengenal Ibu. Aku telah dititipkan Ibu pada saudara sepupunya, perempuan bawel yang mempekerjakanku serupa budak. Aku lari dari keluarga perempuan bawel itu, dan menemukan duniaku sendiri, bekerja, hingga membeli rumah tua yang kini kutempati. Aku terperanjat... [Baca selengkapnya]